Showing posts with label Geology. Show all posts
Showing posts with label Geology. Show all posts

Thursday, 27 April 2017

Struktur Tektonik Kepualau Seram

Daerah penelitian Pulau Seram terletak sepanjang utara busur Banda, Indonesia bagian timur. Pulau Seram berada pada zona tektonik kompleks, karena Pulau Seram merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Australia, Lempeng Pasifik-Filipina, dan Lempeng Eurasia (Gambar 1)
.

Gambar 1. Elemen-elemen Tektonik Indonesia Timur (Barber, dkk., 2003)

Pulau Seram merupakan suatu kompleks mobile belt di bagian barat Busur Banda dan merupakan wilayah pertemuan antara kerak benua Australia, Kerak samudera Pasifik serta kerak benua Eurasia. Pulau Seram dibatasi oleh 2 sistem sesar mendatar mengkiri, yaitu system sesar di bagian utara Sorong dan sesar Tarera – Aiduna di bagian selatan . Konfigurasi pulau Seram dibentuk mulai dari sesar-sesar naik bersudut lancip hingga sesar mendatar. Seram memiliki tatanan tektonik yang kompleks, pada umumnya sesar naik dan sumbu antiklin yang berarah barat laut – tenggara mengindikasikan bahwa deformasi pada daerah ini dipengaruhi oleh kompresi yang berarah timur laut – barat daya.

Lipatan dan sesar singkapan di Seram bersambung ke selatan Seram hingga 100 km lepas pantai (Schiefelbein dan Haven, 1995) dimana terlihat seperti kelanjutan ekresi kompleks dari Banda Arc .

Tuesday, 25 April 2017

Emas (Au)




(Sansekerta: Jval; Anglo-Saxon gold; Latin: aurum). Emas telah diketahui dan dinilai sangat tinggi sejak jaman purba kala. Emas adalah unsur kimia dlm tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: ‘aurum’) dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, “malleable”, dan “ductile”. Emas yang terdapat di alam umumnya berupa butiran-butiran halus bersama tembaga, perak dan kadang bersama logam-logam golongan platina. Hal ini dimungkinkan kemiripan sifat dari unsur-unsur tersebut. Selain itu emas sering diperoleh dalam bentuk senyawaan sebagai mineral telurida, AuTe2 dan silvanit, AuAgTe4. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

Emas : [Xe] 4f14 5d10 6s1

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

Sifat dan kegunaan emas
Emas sejak diketahui hingga saat ini selalu dinilai sebagai barang berharga. Berdasarkan peraturan pemerintahan bahan galian emas termasuk golongan logam vital bersama perak dan platina.Emas dalam keadaan murni merupakan suatu logam yang sangat lunak. Untuk mengatasi ini maka emas dicampur dengan logam-logam lain. Umumnya logam yang ditambahkan adalah tembaga dan perak. Emas yang berwarna merah mengandung tembaga sedangkan emas putih mengandung paladium dan nikel. Paduan antara suatu logam dengan unsur logam atau nonlogam disebut alloi.

Kemurnian emas dinyatakan dengan karat. Bilangan karat menunjukan bagian emas yang terdapat di dalam paduan logam. Emas 24 karat adalah 100% emas murni tanpa bahan tambahan. Sedangkan emas 18 karat artinya didalam emas tersebut terdapat 18/24 emas murni atau dalam emas tersebut terdapat 75% emas murni. Sisa dari 75% adalah jumlah bahan yang ditambahkan.

Emas yang biasa dijual dipasaran kualitasnya sangat tergantung pada perusahaan yang memproduksinya. Terutama untuk emas-emas yang diperoleh dengan cara pelapisan atau yang disebut penyepuhan. Hal ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dimana cincin atau gelang emas yang kilaunya memudar. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya membeli emas atau gelang dari tempat atau perusahaan yang dipercaya, walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Berikut beberapa sifat dan pemakaian emas:

1.  Merupakan unsur yang yang mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik.

2.  Warna kuning yang sangat menarik, sangat liat, mudah ditempa menjadi lembaran yang sangat tipis dan dapat ditarik menjadi kawat dengan diameter yang sangat kecil.

3.  Memiliki sifat yang sangat tidak reaktif secara kimia. Karena sifat yang tidak reaktif dan memiliki warna yang menarik, emas banyak dimanfaatkan untuk pembuatan perhiasan, pembuatan gigi palsu dan pembuatan reaktor industri kimia yang tahan korosi misalnya pada industri rayon digunakan logam paduan 70% emas dan 30% paladium.

4.  Kini emas yang menghasilkan radioaktif dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kanker. 198Audenganparuhwaktuselama 2.7  hari dan digunakan untuk terapikanker dan penyakitlainnya.

Disodium aurothiomalate diberikan melalui lewat otot (intramuscularly) sebagai terapi arthritis.


5.  Emas dengan kadar murni (24 karat) digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati sehingga sel-sel yang telah rusak akan diperbaharui. (perawatan kecantikan)

6. Mata Uang

7. Perhiasan (Emas murni terlalu lunak sehingga dicampur dengan tembaga atau perak atau logam lain). Emas kuning atau emas merah dibuat dengan dicampur tembaga,emas putih mengandung paldium, nikel, atau seng.

8. Sebagai jaminan moneter

9. Senyawaemas yang paling banyak adalah auric chloride dan chlorauric acid, yang terakhir banyak digunakan dalam bidang fotografi untuk membuat tinta dan bayangan perak.

Berikut merupakan beberapa sifat fisik emas:
Tabel 1. Sifat fisik emas
Wujud
Padat
Bilangan oksidasi
+1 dan +3
Massa jenis
18,3 g/cm3
Titik didih
2809 °C
Titik lebur
1064,18 °C
Struktur Kristal
kubus pusat mukastruktur kristal emas

kubus pusat mukastruktur kristal emas

Emas dikatakan sangat tidak reaktif karena pada kondisi biasa tidak bereaksi dengan sebagian besar pereaksi dan unsur-unsur yang lain. Asam sulfat pekat, asam fluorida, asam klorida, oksigen, nitrogen, halogen, selenium, karbon dan hidrogen pada suhu kamar tidak bereaksi dengan emas, tetapi pada suhu tinggi sekitar 150 ºC emas dapat bereaksi dengan brom dan uap air.

Struktur Geologi Kepulauan Seram

Struktur bawah permukaan dari Pulau Seram memperlihatkan semua elemen khas dari sesar naik dan adanya perlipatan (Gambar 1). Pada umumnya, sesar naik dan sumbu antiklin yang berarah baratlaut – tenggara mengindikasikan bahwa deformasi pada daerah ini dipengaruhi oleh kompresi yang berarah
timurlaut – baratdaya. Kenampakan singkapan yang memperlihatkan sesar naik ini didominasi di bagian tengah dan bagian timur dari Pulau Seram. Sesar utama dan pengangkatan di Pulau Seram diawali pada Miosen Akhir – Pliosen Awal. Kemudian sejak terjadinya proses tersebut, Pulau Seram secara tektonik selalu aktif. Ini diindikasikan dengan adanya pengangkatan dan erosi dari sedimen Plio-Pleistosen dari bagian tengah pulau serta adanya proses sesar mendatar mengiri yang sangat kuat (Sumardi, dkk., 2011).

Gambar 1. Kenampakan Bawah Pemukaan Pulau Seram (Williams, dkk., 1995)

Bukti di lapangan dari keberadaan sesar mendatar ini adalah adanya perubahan arah aliran sungai yang dikendalikan oleh sesar mendatar dan adanya offset dari batuan yang ada. Trias tersebut ditutupi oleh sedikitnya bagian batugamping Awal-Tengah Jurassic (Wanner dan Knipscheer,.1951) atau mungkin akan hilang sepenuhnya, dan Akhir Jurassic Kola Shale dapat mewakili perpisahan benua dan awal terjadinya spreading. Sekuen formas Nief Batugamping  pelagis akhir Jurassic (calpionellids), Kapur (Globotruncana) dan Paleo-Eosen merupakan  pergerakan samudera atau tahap passive margin lempeng kecil Buru-Seram yang sangat terpencil.

Meluasnya lipatan dan sesar naik Eosen dan batuan tua, dengan pembentukan 'Salas Blok Clay’ olistostome atau melange, menunjukkan peristiwa tumbukan besar, tetapi secara pasti umur ini masih belum pasti. Hal ini mungkin terkait dengan ofiolit obduction di S / SW sisi Seram, yang memiliki permulaan  Miosen Akhir  (Gambar 2).


Gambar 2.  Perpotongan Kemenerusan NS- NW Kepulauan Seram, ditunjukan N yang langsung sebagai folding dan thrusting pada komplek granit metamorfik serta  folding pada Sedimen Mesozoic (mainly Triassic) (Schiefelbein dan Haven, 1995)

Karakteristik geologi Kepualauan Seram adalah terdiri dari batuan sedimen, batuan metamorfik dan batuan beku dengan penyebaran yang hampir merata di setiap gugus pulau. Hal ini dipengaruhi oleh klasifikasi umur pulau/kepulauan yang terbentuk pada 50-70 juta tahun yang lalu, pada periode Neogeon sampai Paleoceen. Karakteristik tersebut juga dipengaruhi oleh letak Maluku diantara lempeng bumi Indo-Australia, Pasifik, Laut Filipina dan Laut Banda, sehingga memberikan sebaran beberapa gunung api baik yang masih maupun sudah tidak aktif lagi.