Monday, 1 May 2023

Titik Terendah Seorang Perempuan

Akan ada suatu masa dimana seorang perempuan berhenti berharap.

Terdiam saat semua orang di sekelilingnya tertawa..
Merasa "biasa saja" ketika semua orang mulai saling beradu luka..
Memilih menarik diri dari kerumunan dan lebih terbiasa dengan kesendirian..
Terkenang kembali masa-masa suram namun rasanya sudah tak lagi menyakitkan..
Teringat orang-orang yang pernah menyakiti, namun tak bisa lagi untuk membenci..
Menatap kenangan akan sedikit bahagia yang pernah menyapa, namun rasanya sudah "biasa saja"

Entahlah.... mungkin ini yang namanya "Mati Rasa".
Titik terdalam depresi seorang wanita..
Level tertinggi dari "Terserah" yang seringkali terbungkus rapat oleh pasrah..

Lebih memilih untuk menjadi makhluk tak kasat mata dan menjalani hidup dengan "caranya"..

Ti
da lagi menghiraukan kehidupan orang lain sebab semua hal kini hanya tentang dirinya dan beban hidupnya..

Berjuang bertahan dari segala tekanan dan tempaan yang tak berkesudahan.. 

Thursday, 11 August 2022

Menutup Aib Seorang Muslim

Di akherat..
Ada orang orang yang dibuka aibnya di hadapan seluruh manusia..
Ia dipermalukan oleh Allah akibat perbuatannya..

Maka jika kita ingin aib kita ditutupi oleh Allah di dunia dan di akherat..
Maka tutupilah aib saudaramu..

ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والاخرة

“Siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat..” (HR Muslim)

🌴🌴🌴
Saat kita berteman..
Pastilah suatu saat kita akan melihat aib dan kekurangannya..
Sebaik-baik teman adalah yang menutupi aib saudaranya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Wednesday, 10 August 2022

TERNYATA HIDUPKU CERMINAN DARI SHOLATKU

Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda
dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, karier, rezeki, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.

Hasan Al-Bashri berkata:

“Apa yang berharga dari ragamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu?
padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat.”

Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Jadikan sholat sebagai jalan terbaik untuk mencari penyelesaian semua persoalan. Hanya dengan sholat yang akan mendekatkan dengan Allah SWT.
Ingat......
Allah lah yang menciptakan segalanya.
Dia bisa sangat dekat hadir dalam hidupmu (walau tidak bersanding dan tidak tersentuh panca indra). Dia mendengar dan jauh lebih tahu apapun kesulitanmu.
Namun Allah SWT juga bisa sangat jauh dari hidupmu. Seakan kamu lupa akan Rabb mu dan Allah pun akan membiarkanmu berbuat semaumu. 
Itu semua bergantung dari bagaimana cara kita memperlakukan sholat.
Semakin bagus, semakin khusyu' apalagi tepat 5 waktu berjamaah di masjid/musholla, yakinlah jawaban akan semua doa doamu satu demi satu segera terwujud bahkan melebihi apa yang kamu pinta.

Namun......
Semakin jauh kita menghindar
Semakin kita ingkar, bahkan tak mengerjakan sholat. Dapat dipastikan hidupnya akan kacau balau.
Musibah datang silih berganti, rumah tangga kacau, anak sulit diatur, ekonomi jatuh, penyakit datang sulit diobati dan berbagai persoalan lainnya.
Marilah saudaraku, perbaiki Hablum Minallah kita dengan sholat sebaik baiknya

Barakallah fikum

Tuesday, 2 August 2022

KAMU; ANUGERAH


KAMU; ANUGERAH


Ini sesuatu yang menyiratkanmu, saya tidak perduli kamu mengetahui tulisan ini untukmu atau tidak. Saya tidak perduli kamu membaca ini atau tidak, namun bila memang kamu membacanya, katakan pada saya bagaimana rasanya di cintai oleh lelaki biasa ini, berkenankah?

Kamu satu-satunya perempuan untuk pertama kalinya saya sandingkan dalam sebuah doa dengan nama perempuan yang telah melahirkan saya; Ibu.
Kamu satu-satunya perempuan yang memahami ketika mata saya berperan menjadi mulut.
Kamu satu-satunya perempuan yang mengerti ketika saya memeluk lalu bertanya ‘apa kamu lelah?’
Kamu satu-satunya perempuan yang mengetahui bagaimana luka yang saya samarkan dengan cukup baik, bisa terlihat dengan jelas.
Kamu satu-satunya perempuan yang terkadang lebih sering memahami diri saya di bandingkan saya sendiri.

Melalui sikap tanpa ucap saya jatuh padamu dengan begitu dalam, bahkan saya sendiri tidak bisa menyelami sedalam apa rasa tak berwujud ini. Apakah saya lancang dengan segala rasa yang begitu besar ini? Mohon maafkan bila rasa ini menyulitkanmu.

Saya hanya lelaki yang menyukai sunyi, dan kamu menjelma menjadi riuh tawa tak berkesudahan, menjadi celotehan yang menenangkan saat segala lara menghampiri.

Layaknya dalam kegelapan gulita, kamu layaknya seekor kunang-kunang yang begitu saya dambakan.

Kamu adalah segala ketenangan yang saya inginkan.
Kamu adalah seluruh kehangatan yang saya butuhkan.

Pada senyummu yang manis, 
bagaikan magis,
yang tak terkikis.

Demikian … bilamana adalah kamu putih dan saya hitam menjadi abu-abu.

Saya mencintaimu dengan segenap apa yang saya miliki, dan dengan setulus apa yang saya sanggupkan.


Monday, 4 April 2022

Puasa untuk Meraih Takwa

Sungguh, di bulan Ramadhan banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik. Pelajaran tersebut sulit didapati titik ujungnya. Pelajaran yang bisa kita ambil yang paling besar adalah pelajaran takwa. Bahkan setiap amalan yang ada di bulan Ramadhan bertujuan untuk meraih takwa.

Ketahuilah bahwa takwa adalah sebaik-baiknya bekal. Takwa adalah sebaik-baik pakaian yang dikenakan seorang muslim. Takwa inilah yang jadi wasiat orang terdahulu dan belakangan. Takwa itulah jalan keluar ketika seseorang berada dalam kesulitan. Takwa itulah sebab mendapatkan pertolongan ketika mati. Takwa itulah jalan menuju ketenangan.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Intinya, takwa adalah wasiat Allah pada seluruh makhluk-Nya. Takwa pun menjadi wasiat Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– kepada umatnya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukan, beliau pun menasehati mereka untuk bertakwa. Itu semua bertujuan supaya dengan takwa manusia meraih kebaikan.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 404).

Lalu apa yang dimaksud takwa? Takwa sebagaimana kata Tholq bin Habib rahimahullah,

التَّقْوَى : أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنْ اللَّهِ تَرْجُو رَحْمَةَ اللَّهِ وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنْ اللَّهِ تَخَافَ عَذَابَ اللَّهِ

“Takwa adalah engkau melakukan ketaatan pada Allah atas petunjuk dari Allah dan mengharap rahmat Allah. Takwa juga adalah engkau meninggalkan maksiat yang Allah haramkan atas petunjuk dari-Nya dan atas dasar takut pada-Nya.” (Lihat Majmu’atul Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 163 dan Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 400).

Kata Ibnu Rajab Al Hambali,

وأصلُ التقوى : أنْ يعلم العبدُ ما يُتَّقى ثم يتقي.

“Takwa asalnya adalah seseorang mengetahui apa yang mesti ia hindari lalu ia tinggalkan.”

‘Aun bin ‘Abdillah berkata,

تمامُ التقوى أنْ تبتغي علمَ ما لم يُعلم منها إلى ما عُلِمَ منها

“Takwa yang sebenarnya adalah jika seseorang ingin tahu sesuatu yang tidak ia ketahui hingga ia pun akhirnya jadi tahu.”

Ma’ruf Al Karkhi berkata, dari Bakr bin Khunais, ia berkata,

كيف يكون متقياً من لا يدري ما يَتَّقي ؟

“Bagaimana seseorang bisa dikatakan bertakwa sedangkan ia tidak mengetahui apa yang mesti dijauhi?”

Lalu Ma’ruf kemudian berkata,

إذا كنتَ لا تُحسنُ تتقي أكلتَ الربا ، وإذا كنتَ لا تُحسنُ تتقي لقيتكَ امرأةٌ فلم تَغُضَّ بصرك

“Jika engkau tidak baik dalam takwa, maka pasti engkau akan terjerumus dalam memakan riba. Kalau engkau tidak hati-hati dalam takwa, maka pasti engkau akan memandang seorang wanita lantas pandanganmu tidak kau tundukkan.” (Lihat Jaami’ ‘Ulum wal Hikam, 1: 402).

Ramadhan pun disebut oleh para ulama dengan bulan takwa. Sifat takwa inilah yang nanti akan diraih dari amalan puasa. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menyebutkan,

“Allah Ta’ala menyebutkan dalam ayat di atas mengenai hikmah disyari’atkan puasa yaitu agar kita bertakwa. Karena dalam puasa, kita mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Yang meliputi takwa dalam puasa adalah seorang muslim meninggalkan apa yang Allah haramkan saat itu yaitu makan, minum, hubungan intim sesama pasangan dan semacamnya. Padahal jiwa begitu terdorong untuk menikmatinya. Namun semua itu ditinggalkan karena ingin mendekatkan diri pada Allah dan mengharap pahala dari-Nya. Inilah yang disebut takwa.

Begitu pula orang yang berpuasa melatih dirinya untuk semakin dekat pada Allah. Ia mengekang hawa nafsunya padahal ia bisa saja menikmati berbagai macam kenikmatan. Ia tinggalkan itu semua karena ia tahu bahwa Allah selalu mengawasinya.

Begitu pula puasa semakin mengekang jalannya setan dalam saluran darah. Karena setan itu merasuki manusia pada saluran darahnya. Ketika puasa, saluran setan tersebut menyempit. Maksiatnya pun akhirnya berkurang.

Orang yang berpuasa pun semakin giat melakukan ketaatan, itulah umumnya yang terjadi. Ketaatan itu termasuk takwa.

Begitu pula ketika puasa, orang yang kaya akan merasakan lapar sebagaimana yang dirasakan fakir miskin. Ini pun bagian dari takwa.” Demikian perkataan Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman, hal. 86.

Moga puasa kita semakin mendekatkan kita pada sifat takwa. Hanya Allah yang memberikan kemudahan dan taufik.

*Referensi:*

Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, tahqiq: Syu’aib Al Arnauth dan Ibrahim Yajus, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan kesepuluh, tahun 1432 H.

Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.

Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsir Kalamil Mannan, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H.

Pagi hari, 2 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta

Saturday, 19 March 2022

KAIDAH MEMAHAMI AL QUR’AN KE 13 : DIHILANGKANNYA OBYEK YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEBUAH LAFADZ

*KAIDAH MEMAHAMI AL QUR’AN KE 13 : DIHILANGKANNYA OBYEK YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEBUAH LAFADZ…*

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah yang ke 13 :
Dihilangkannya obyek yang berhubungan dengan sebuah lafadz menunjukkan maknanya mencakup semua makna yang sesuai dengannya.

Contohnya Allah berfirman:
“Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Al Baqarah 183.

Tidak disebutkan bertaqwa dari apa. Mencakup bertaqwa dari semua yang Allah haramkan dan agar bersifat dengan sifat sifat taqwa.

Allah berfirman :

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ

“Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu: bertakwalah kepada Allah.” (An Nisaa’ : 131).

Juga firman Allah:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian” (QS. Al Hujurat: 13)

https://muslim.or.id/4439-tafsir-surat-al-baqarah-183-berpuasa-menggapai-takwa.html

https://muslim.or.id/56182-pelajaran-penting-dari-ayat-kewajiban-puasa.html

Contoh lainnya, Allah berfirman:
“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (An Nahl:43)

Mencakup semua perkara yang tidak kita ketahui baik urusan agama maupun urusan dunia. Maka tanyakanlah kepada ahlinya.

Referensi:
https://rumaysho.com/29364-lebih-dari-100-keutamaan-orang-berilmu-dari-kitab-miftah-daar-as-saadah.html

http://thaybah.id/2016/02/21-dalil-shahih-tentang-keutamaan-ilmu-dan-ahli-ilmu-1/

http://pesma.thaybah.id/2016/02/21-dalil-shahih-tentang-keutamaan-ilmu-dan-ahli-ilmu-2/

Contoh lain Allah berfirman:

ألهاكم التكاثر

“Telah melalaikan kamu berbangga bangga dengan banyak.” Al Kautsar 1

Juga firman Allah Ta’ala,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ (20)

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20

Dan ayat lainnya,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imron: 14)

Masuk padanya berbangga dengan banyaknya harta, kedudukan, anak anak, ilmu, amal shalih dan sebagainya.”

Referensi:
https://rumaysho.com/1227-terkagum-pada-dunia.html 

https://rumaysho.com/2138-saling-berbangga-dengan-harta.html

Contohnya lagi firman Allah: “Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa itu apabila terkena godaan setan, mereka segera ingat. Maka mereka pun dapat melihat.” (Al A’raaf:201)

Yaitu melihat dosa dosa mereka, melihat langkah langkah setan, melihat akibat buruknya dan sebagainya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Monday, 28 February 2022

DIANTARA 10 KEUTAMAAN EMPAT KALIMAT MULIA

*🍃 DIANTARA 10 KEUTAMAAN EMPAT KALIMAT MULIA 🍃*

Berikut adalah beberapa keutamaan dari EMPAT kalimat mulia :
subhaanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar..

*1️⃣ KALIMAT YANG ALLAH PALING CINTAI*

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda ,

“Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, tidak mengapa bagimu memulai dari yang mana saja, SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[ HR. Muslim no. 2137 ]
.
===================================
.
*2️⃣ BERPUTAR MENGELILINGI ‘ARSY ALLAH*

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sungguh kalimat-kalimat dzikir yang kalian ucapkan dari keagungan Allah seperti tasbiih (SUBHAANALLAH), takbiir (ALLAHU AKBAR), tahliil (LAA ILAAHA ILLALLAH) dan tahmiid (ALHAMDULILLAH) akan berputar mengelilingi ‘Arsy Allah, dan kalimat-kalimat dzikir itu mengeluarkan dengungan seperti suara lebah seraya menyebut-nyebut nama orang yang mengucapkannya.. Tidakkah salah seorang di antara kalian suka bila ada dari amalannya yang senantiasa disebutkan di sisi Allah..?”

[ HR. Ibnu Majah no. 3809 ]
.
===================================
.
*3️⃣ LEBIH BAIK DARIPADA DUNIA DAN SEISINYA*

Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:

“Sesungguhnya membaca SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari..”

[HR. Muslim no. 2695].

Al Munawi rohimahullah mengatakan, “Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya..” (Faidul Qodir, Al Munawi, Masqi’ Ya’sub, 5/360
.
===================================
.
*4️⃣ TANAMAN DI SURGA*

⚉ Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu’anhu, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika melewatinya yang sedang menanam tanaman, beliau berkata, “Apa yang engkau tanam..?” 
Abu Hurairah menjawab, “Tanaman untukku..”

Lalu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Hurairah, maukah engkau aku tunjukkan pada tanaman yang lebih baik dari tanaman ini (yang engkau tanam)..?”
Jawab Abu Hurairah, “Mau ya Rosulullah..”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah, SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR niscaya akan ditanamkan untukmu dengan setiap kalimat tersebut, sebuah pohon di surga..”

[HR. Ibnu Majah no. 3807. Hasan Shohih Targhib no. 1549]

⚉ Dari sahabat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Aku pernah bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisro`kan, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku kepada umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa Surga debunya harum, airnya segar, dan surga tersebut adalah datar, tanamannya adalah kalimat SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[HR. Tirmidzi no. 3462]
.
===================================
.
*5️⃣ MENAMBAH KEBAIKAN DAN MENGHAPUS KESALAHAN*

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR.. barangsiapa mengucapkan SUBHAANALLAH, maka akan dituliskan untuknya 20 kebaikan dan dihapuskan darinya 20 kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan ALLAHU AKBAR maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya 30 kebaikan dan dihapuskan darinya 30 kesalahan..”

[ HR. Ahmad no. 7746 ]
.
===================================
.
*6️⃣ MENGHAPUS KESALAHAN SEBANYAK BUIH DI LAUTAN*

⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang bertasbiih (SUBHAANALLAH) sebanyak 33x, bertahmiid (ALHAMDULILLAH) sebanyak 33x, dan bertakbiir (ALLAHU AKBAR) sebanyak 33x setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

[ HR. Muslim no. 597 ]

⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa membaca ketika beranjak ke tempat tidurnya,
LAA ILAAHA ILLALLAH, WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYA-IN QODIIR, LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH,
SUBHAANALLAH
WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHA ILLALLAH
WALLAHU AKBAR
niscaya dosa-dosanya diampuni walaupun ia seperti buih di lautan..”

[HR Ibnu Hibban – Shohiih – at Targhiib wat Tarhiib 2/607 ]

===================================
.
*7️⃣ MENGGUGURKAN DOSA SEBAGAIMANA BERGUGURANNYA DAUN YANG TELAH KERING*

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam suatu hari berjalan bersama para sahabatnya, dan ketika itu beliau membawa tongkat di tangannya.. lalu beliau melewati pohon yang dedaunannya telah kering dan memukul pohon itu dengan tongkat yang ada di tangannya maka daun-daun yang kering itu berguguran.. dan saat para sahabat melihat dedaunan pohon itu berguguran di depan mereka, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “sesungguhnya kalimat SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR menggugurkan dosa-dosa seorang hamba sebagaimana dedaunan pohon ini berguguran..”

[ HR. at-Tirmidzi – shohih ]
.
===================================
.
8️⃣ PENAWAR RASA BAKHIL, PENGECUT DAN LEMAH DALAM IBADAH MALAM

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah membagi bagikan akhlak kepada kalian sebagaimana membagi bagikan rezeki, sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, dan tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang Dia cintai. Barangsiapa yang merasa bakhil untuk menginfakkan hartanya, atau merasa pengecut untuk menjihadi musuh, atau merasa lemah untuk melewati malam dengan ibadah, hendaklah ia memperbanyak ucapan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[ HR Ibnu Abi Syaibah, silsilah shohihah 6/688 ]
.
===================================
.
*9️⃣ SETIAP KALIMAT ADALAH SEDEKAH*

Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam berkata kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, “Wahai Rosulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka..”

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah..? Sesungguhnya tiap-tiap TASBIIH (SUBHAANALLAH) adalah sedekah, tiap-tiap TAKBIIR (ALLAHU AKBAR) adalah sedekah, tiap-tiap TAHMIID (ALHAMDULILLAH) adalah sedekah, tiap-tiap TAHLIIL (LAA ILAAHA ILLALLAH) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah..”

Mereka bertanya, “Wahai Rosulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala..?” 
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala..”

[ HR. Muslim no. 2376 ]
.
===================================
.
*1️⃣0️⃣ SAMA DENGAN MEMBEBASKAN BUDAK, MEYIAPKAN KUDA PERANG, UNTA DAN MEMENUHI LANGIT DAN BUMI*

Dari Ummu Hani’ bintu Abi Tholib dia berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, “Wahai Rosulullah, saya sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa saya lakukan dengan duduk..”

Beliau bersabda, “Bertasbihlah (mengucapkan SUBHAANALLAH) kepada Allah 100 kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Isma’il. Bertahmidlah (mengucapkan ALHAMDULILLAH) kepada Allah 100 kali karena itu sama dengan seratus kuda berpelana yang memakai kekang di mulutnya, yang kamu bawa di jalan Allah. Bertakbirlah (mengucapkan ALLAHU AKBAR) kepada Allah dengan 100 takbiir karena ia sama dengan seratus unta yang menggunakan tali pengekang dan penurut. Bertahlillah (mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH) kepada Allah 100 kali..” 
Ibnu Khalaf berkata, “saya mengira beliau bersabda: ‘Karena ia memenuhi di antara langit dan bumi, dan pada hari ini tidaklah amalan seseorang itu diangkat kecuali akan didatangkan dengan semisal yang kamu lakukan itu..” {HR. Ahmad 6/344. Ash Shilsilah Ash Shohihah no. 1316}