Showing posts with label Oase Iman. Show all posts
Showing posts with label Oase Iman. Show all posts

Monday, 1 May 2023

Sebuah Harapan Mu

Ku tatap langit yang bertabur bintang..
Saat kupalingkan wajahku ke bumi, yang kulihat adalah pecahan mimpi yang mengalir bersama luka jiwaku..

ingin ku satukan mimpi itu kembali untuk melihat senyummu ibu..

Apa yang dapat kulakukan jika kerinduan mengalirkan air mata, membasahi jiwa..
Entahlah… yang ku kenang hanyalah wajah kecilku yang kau peluk saat itu..

Ibu… Takdir kemarin yang melepas peluk hangatmu..
Peluk kasih sayang yang ingin ku balas.
Walau saat ini kau tiada lagi di sini..

Ku tau harapanmu adalah saat aku menjadi yang terbaik..
Saat keceriaanku selalu ada di setiap langkah-langkahku..

Ibu… Harapan itu akan diperoleh jika aku bertahan berjuang untuk menggapainya..

Dan saat ini pula aku akan terus hidup di penghujung harapan, bersama mimpi yang menghubungkan kita..

Ibu.... Aku akan berusaha menjaga harapanmu meski ku harus tertatih..

dan aku akan terus mendo'akanmu dalam tengadah tangan serta sujud-sujud panjang hingga ujung usiaku..

Semoga ketulusan ini, dapat memendekkan jarak dan mempersingkat jeda..

Sampai saatnya nanti, kita dapat bertemu kembali di Surga Alloh ta'ala.. Allohumma aamiin..
***

Tak ada raga yang abadi, namun segala cerita dan pelajaran hidup yang diberikan akan selalu terpatri dalam hati.

Definisi rindu yang tak akan bertemu nyata, namun semoga tersampaikan lewat do'a..
***

Aku selalu mencintaimu bu..
dan akan terus merindukanmu..


اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.. 🤍✨

Resah di Penghujung Lelah

Menemani Jiwa-Jiwa yang tengah Resah dipenghujung Lelah..


_✍🏻 Untukmu Yang Merasa Gagal, Merasa Berada di Titik Terendah dan Hampir Menyerah..

🍃🍃🍃🍃

Janganlah terus menyalahkan dirimu sendiri..
Kenyataan pahit yang kamu terima, bukanlah satu-satunya jalan untuk menggapai mimpi.

Percayalah, ada banyak kesempatan yang menunggumu di depan sana..

Bangkitlah..!
Jangan patah semangat..!!
Teruslah mencoba dan berusaha lebih baik lagi..
Sampai akhirnya kamu tersenyum penuh syukur dan merasa bahwa kamu telah dewasa melewati fase ini..
Karna tanpa fase ini, kamu mungkin tidak akan sampai pada keberhasilan yang kamu impikan.

Mengertilah... Cara Alloh menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan hatimu, sehingga engkau mampu memikul amanah yang diberikan-NYA kepadamu..

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

"Alloh tidak membebani seseorang diluar batas kesanggupannya."
(QS.Al-Baqarah: 286) 

Oleh itu, Jadilah Kuat...!
dan Tetaplah Semangat...!

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Alloh daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah kepada Alloh, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Alloh. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

Dan bila segala sesuatunya berjalan melawanmu (tak sesuai harapanmu), ingatlah... laksana pesawat terbang yang lepas landas meninggi melawan angin, maka dengan iizin-NYA engkau juga mampu "meninggi" seiring banyak hal yang kau lalui dengan kesabaran, perjuangan dan pengorbanan.

Yakinlah... yang membawa seseorang pada kesuksesan itu bukan semata karna BAKAT, melainkan jiwa yang selalu YAKIN atas kuasa Robb nya, pribadi TEKUN nan GIGIH dalam berjuang, hati dan lisan yang tak jemu BERDO'A memohon pertolongan-Nya, serta sifat PANTANG MENYERAH saat menemui rintangan seberat apapun.

“من جدّ وجد”
Siapa yang bersungguh-sungguh (berusaha), ia akan mendapatkan (hasil yang ia usahakan). Biidznillah..

Teruslah Gigih Berjuang, ya.. :") 🌻

Thursday, 11 August 2022

Menutup Aib Seorang Muslim

Di akherat..
Ada orang orang yang dibuka aibnya di hadapan seluruh manusia..
Ia dipermalukan oleh Allah akibat perbuatannya..

Maka jika kita ingin aib kita ditutupi oleh Allah di dunia dan di akherat..
Maka tutupilah aib saudaramu..

ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والاخرة

“Siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat..” (HR Muslim)

🌴🌴🌴
Saat kita berteman..
Pastilah suatu saat kita akan melihat aib dan kekurangannya..
Sebaik-baik teman adalah yang menutupi aib saudaranya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Wednesday, 10 August 2022

TERNYATA HIDUPKU CERMINAN DARI SHOLATKU

Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda
dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, karier, rezeki, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.

Hasan Al-Bashri berkata:

“Apa yang berharga dari ragamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu?
padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat.”

Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Jadikan sholat sebagai jalan terbaik untuk mencari penyelesaian semua persoalan. Hanya dengan sholat yang akan mendekatkan dengan Allah SWT.
Ingat......
Allah lah yang menciptakan segalanya.
Dia bisa sangat dekat hadir dalam hidupmu (walau tidak bersanding dan tidak tersentuh panca indra). Dia mendengar dan jauh lebih tahu apapun kesulitanmu.
Namun Allah SWT juga bisa sangat jauh dari hidupmu. Seakan kamu lupa akan Rabb mu dan Allah pun akan membiarkanmu berbuat semaumu. 
Itu semua bergantung dari bagaimana cara kita memperlakukan sholat.
Semakin bagus, semakin khusyu' apalagi tepat 5 waktu berjamaah di masjid/musholla, yakinlah jawaban akan semua doa doamu satu demi satu segera terwujud bahkan melebihi apa yang kamu pinta.

Namun......
Semakin jauh kita menghindar
Semakin kita ingkar, bahkan tak mengerjakan sholat. Dapat dipastikan hidupnya akan kacau balau.
Musibah datang silih berganti, rumah tangga kacau, anak sulit diatur, ekonomi jatuh, penyakit datang sulit diobati dan berbagai persoalan lainnya.
Marilah saudaraku, perbaiki Hablum Minallah kita dengan sholat sebaik baiknya

Barakallah fikum

Monday, 4 April 2022

Puasa untuk Meraih Takwa

Sungguh, di bulan Ramadhan banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik. Pelajaran tersebut sulit didapati titik ujungnya. Pelajaran yang bisa kita ambil yang paling besar adalah pelajaran takwa. Bahkan setiap amalan yang ada di bulan Ramadhan bertujuan untuk meraih takwa.

Ketahuilah bahwa takwa adalah sebaik-baiknya bekal. Takwa adalah sebaik-baik pakaian yang dikenakan seorang muslim. Takwa inilah yang jadi wasiat orang terdahulu dan belakangan. Takwa itulah jalan keluar ketika seseorang berada dalam kesulitan. Takwa itulah sebab mendapatkan pertolongan ketika mati. Takwa itulah jalan menuju ketenangan.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Intinya, takwa adalah wasiat Allah pada seluruh makhluk-Nya. Takwa pun menjadi wasiat Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– kepada umatnya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukan, beliau pun menasehati mereka untuk bertakwa. Itu semua bertujuan supaya dengan takwa manusia meraih kebaikan.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 404).

Lalu apa yang dimaksud takwa? Takwa sebagaimana kata Tholq bin Habib rahimahullah,

التَّقْوَى : أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنْ اللَّهِ تَرْجُو رَحْمَةَ اللَّهِ وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنْ اللَّهِ تَخَافَ عَذَابَ اللَّهِ

“Takwa adalah engkau melakukan ketaatan pada Allah atas petunjuk dari Allah dan mengharap rahmat Allah. Takwa juga adalah engkau meninggalkan maksiat yang Allah haramkan atas petunjuk dari-Nya dan atas dasar takut pada-Nya.” (Lihat Majmu’atul Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 163 dan Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 400).

Kata Ibnu Rajab Al Hambali,

وأصلُ التقوى : أنْ يعلم العبدُ ما يُتَّقى ثم يتقي.

“Takwa asalnya adalah seseorang mengetahui apa yang mesti ia hindari lalu ia tinggalkan.”

‘Aun bin ‘Abdillah berkata,

تمامُ التقوى أنْ تبتغي علمَ ما لم يُعلم منها إلى ما عُلِمَ منها

“Takwa yang sebenarnya adalah jika seseorang ingin tahu sesuatu yang tidak ia ketahui hingga ia pun akhirnya jadi tahu.”

Ma’ruf Al Karkhi berkata, dari Bakr bin Khunais, ia berkata,

كيف يكون متقياً من لا يدري ما يَتَّقي ؟

“Bagaimana seseorang bisa dikatakan bertakwa sedangkan ia tidak mengetahui apa yang mesti dijauhi?”

Lalu Ma’ruf kemudian berkata,

إذا كنتَ لا تُحسنُ تتقي أكلتَ الربا ، وإذا كنتَ لا تُحسنُ تتقي لقيتكَ امرأةٌ فلم تَغُضَّ بصرك

“Jika engkau tidak baik dalam takwa, maka pasti engkau akan terjerumus dalam memakan riba. Kalau engkau tidak hati-hati dalam takwa, maka pasti engkau akan memandang seorang wanita lantas pandanganmu tidak kau tundukkan.” (Lihat Jaami’ ‘Ulum wal Hikam, 1: 402).

Ramadhan pun disebut oleh para ulama dengan bulan takwa. Sifat takwa inilah yang nanti akan diraih dari amalan puasa. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah menyebutkan,

“Allah Ta’ala menyebutkan dalam ayat di atas mengenai hikmah disyari’atkan puasa yaitu agar kita bertakwa. Karena dalam puasa, kita mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Yang meliputi takwa dalam puasa adalah seorang muslim meninggalkan apa yang Allah haramkan saat itu yaitu makan, minum, hubungan intim sesama pasangan dan semacamnya. Padahal jiwa begitu terdorong untuk menikmatinya. Namun semua itu ditinggalkan karena ingin mendekatkan diri pada Allah dan mengharap pahala dari-Nya. Inilah yang disebut takwa.

Begitu pula orang yang berpuasa melatih dirinya untuk semakin dekat pada Allah. Ia mengekang hawa nafsunya padahal ia bisa saja menikmati berbagai macam kenikmatan. Ia tinggalkan itu semua karena ia tahu bahwa Allah selalu mengawasinya.

Begitu pula puasa semakin mengekang jalannya setan dalam saluran darah. Karena setan itu merasuki manusia pada saluran darahnya. Ketika puasa, saluran setan tersebut menyempit. Maksiatnya pun akhirnya berkurang.

Orang yang berpuasa pun semakin giat melakukan ketaatan, itulah umumnya yang terjadi. Ketaatan itu termasuk takwa.

Begitu pula ketika puasa, orang yang kaya akan merasakan lapar sebagaimana yang dirasakan fakir miskin. Ini pun bagian dari takwa.” Demikian perkataan Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman, hal. 86.

Moga puasa kita semakin mendekatkan kita pada sifat takwa. Hanya Allah yang memberikan kemudahan dan taufik.

*Referensi:*

Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, tahqiq: Syu’aib Al Arnauth dan Ibrahim Yajus, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan kesepuluh, tahun 1432 H.

Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.

Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsir Kalamil Mannan, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H.

Pagi hari, 2 Ramadhan 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta

Saturday, 19 March 2022

KAIDAH MEMAHAMI AL QUR’AN KE 13 : DIHILANGKANNYA OBYEK YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEBUAH LAFADZ

*KAIDAH MEMAHAMI AL QUR’AN KE 13 : DIHILANGKANNYA OBYEK YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEBUAH LAFADZ…*

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah yang ke 13 :
Dihilangkannya obyek yang berhubungan dengan sebuah lafadz menunjukkan maknanya mencakup semua makna yang sesuai dengannya.

Contohnya Allah berfirman:
“Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Al Baqarah 183.

Tidak disebutkan bertaqwa dari apa. Mencakup bertaqwa dari semua yang Allah haramkan dan agar bersifat dengan sifat sifat taqwa.

Allah berfirman :

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللّهَ

“Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu: bertakwalah kepada Allah.” (An Nisaa’ : 131).

Juga firman Allah:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian” (QS. Al Hujurat: 13)

https://muslim.or.id/4439-tafsir-surat-al-baqarah-183-berpuasa-menggapai-takwa.html

https://muslim.or.id/56182-pelajaran-penting-dari-ayat-kewajiban-puasa.html

Contoh lainnya, Allah berfirman:
“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (An Nahl:43)

Mencakup semua perkara yang tidak kita ketahui baik urusan agama maupun urusan dunia. Maka tanyakanlah kepada ahlinya.

Referensi:
https://rumaysho.com/29364-lebih-dari-100-keutamaan-orang-berilmu-dari-kitab-miftah-daar-as-saadah.html

http://thaybah.id/2016/02/21-dalil-shahih-tentang-keutamaan-ilmu-dan-ahli-ilmu-1/

http://pesma.thaybah.id/2016/02/21-dalil-shahih-tentang-keutamaan-ilmu-dan-ahli-ilmu-2/

Contoh lain Allah berfirman:

ألهاكم التكاثر

“Telah melalaikan kamu berbangga bangga dengan banyak.” Al Kautsar 1

Juga firman Allah Ta’ala,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ (20)

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20

Dan ayat lainnya,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imron: 14)

Masuk padanya berbangga dengan banyaknya harta, kedudukan, anak anak, ilmu, amal shalih dan sebagainya.”

Referensi:
https://rumaysho.com/1227-terkagum-pada-dunia.html 

https://rumaysho.com/2138-saling-berbangga-dengan-harta.html

Contohnya lagi firman Allah: “Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa itu apabila terkena godaan setan, mereka segera ingat. Maka mereka pun dapat melihat.” (Al A’raaf:201)

Yaitu melihat dosa dosa mereka, melihat langkah langkah setan, melihat akibat buruknya dan sebagainya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى